Rekayasa Perangkat Lunak Teknik Informatika

Disiapkan oleh: Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS

Pengantar
Manajemen proyek perangkat lunak merupakan bagian yang penting dalam pembangunan perangkat lunak. Sekalipun tidak bersifat teknis seperti pengkodean, hal-hal dalam manajemen proyek PL ini mampu menentukan
apakah proyek akan berjalan dengan baik sehingga menghasilkan produk yang baik. Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen adalah pengelolaan personel dan koordinasi tim, proses, pengukuran proyek-termasuk menentukan harga dari PL, penjadwalan dan sebagainya. Dalam pembahasan berikut, hanya sebagian kecil dari manajemen yang akan dibahas untuk memberi gambaran tentang hal-hal manajemen yang berlaku dan diterapkan dalam pembangunan PL.
Manajemen Personel, Produk dan Proses Manajemen proyek perangkat lunak mengatur 4 hal penting: personel, produk, proses dan proyek. Empat hal ini berurutan mulai dari yang paling penting. Personel merupakan mendapat tempat paling penting karena tanpa personel yang baik dan tepat maka 3 hal lain tidak bisa berjalan dengan baik. Katagori Personel Proses pembangunan PL melibatkan banyak personel. Personel-personel ini digambarkan seperti pemain, dan dikatagorikan dalam 5 katagori pemain:

  1. manajer senior : yang menentukan usaha yang dikerjakan, dan pemegang keputusan dalam proyek.
  2. manajer proyek (teknis)– pemimpin tim: yang membuat rencana, memotivasi, mengatur dan mengendalikan praktisi yang  mengerjakan PL
  3. praktisi : yang mengerjakan PL
  4. klien : yang menentukan kebutuhan PL dan pihak lain yang berkaitan dengan hasil produk
  5. pengguna PL : yang berinteraksi langsung dengan PL yang dibangun.

Efektifitas kerja masing-masing personel di atas harus diusahakan oleh pemimpin tim. Pemimpin tim ini yang mengatur tim proyek agar dapat memberikan yang terbaik dari masing-masing personel. Pemimpin Tim Pemimpin Tim PL disini adalah manager proyek. Seorang pemimpin tim diharuskan mempunyai ketrampilan memimpin yang cukup. Seseorang tidak menjadi pemimpin tim secara kebetulan tapi sungguh-sungguh karena punya kemampuan. Kemampuan yang dibutuhkan dalam kepemimpinan seperti:

  • mampu memotivasi
  • mampu berorganisasi : mengatur proses yang ada atau membuat yang baru dalam rangka mewujudkan ide/konsep menjadi produk
  • mampu mendorong keluarnya ide-ide baru: memberi dorongan, menciptakan situasi yang kondusif untuk lahirnya ide baru
  • mencari penyelesaian masalah (problem solving): mampu menganalisa masalah-masalah teknis ataupun manajemen/organisasi    kemudian mendapatkan jalan keluar atau memotivasi anggota untuk mampu menyelesaikan masalah. Akomodatif terhadap perubahan yang mungkin terjadi
  • mampu menjadi manajer: menggunakan wewenangnya pada saat yang tepat, atau memberikan kebebasan pada anggota timnya jika diperlukan
  • mampu menghargai kerja: menghargai hasil yang dicapai, ide yang dilontarkan dan pendapat yang diajukan oleh anggota timnya
  • mampu mengenali tim: mampu “membaca” dan memahami anggota timnya. Mampu memenuhi kebutuhan tim dan bertahan dalam tekananyang tinggi.

Tim Perangkat Lunak (Software Team)
Struktur organisasi dalam tim ini bisa mengadaptasi dari banyak struktur organisasi yang sudah ada. Berikut beberapa pilihan pembagian tugas/penugasan yang bisa diterapkan untuk tim perangkat lunak yang terdiri dari n personel yang bekerja selama k tahun:

  • – n personel ditugaskan untuk sejumlah m tugas yang berbeda dengan sedikit tugas gabungan ==> koordinasi adalah tugas dari manajer yang mungkin saja punya 6 proyek lainnya.
  • n personel di tugaskan untuk sejumlah m tugas yang berbeda dengan m < n sehingga terbentuk tim informal. Pemimpin tim khusus perlu ada ==>koordinasi antar tim adalah tanggung jawab manajer
  • n personel dibagi menjadi sejumlah t tim. Tiap tim ditugaskan mengerjakan satu atau lebih tugas. Tiap tugas mempunyai struktur yang ditentukan sebelumnya bagi semua tim ==> koordinasi dikendalikan oleh tim dan manager

Sekalipun masing-masing pilihan punya argumentasi sendiri-sendiri, namun dari pengamatan yang dilakukan, pilihan no 3 dianggap lebih produktif.

Cara atau gaya manajemen, jumlah personel, tingkat kemampuan para personel
dan masalah-masalah yang dihadapi tim menentukan bentuk struktur organisasi
yang bisa diterapkan. Contoh struktur organisasi tim adalah:

  1. Democratic Decentralized (DD) : Tidak ada pemimpin yang permanen, koordinator ditunjuk untuk jangka waktu yang pendek, keputusan diambil berdasarkan konsensus bersama, komunikasi horizontal antar anggota tim (posisi sejajar semua)  cocok untuk masalah yang sulit/rumit, cocok untuk proyek besar, tim cenderung awet dan bertahan lama, pekerjaan memuaskan, cocok untuk masalah yang modularitasnya rendah, perlu banyak waktu untuk menyelesaikan proyek,
  2. Controlled decentralized (CD) : Pemimpin tim ditentukan, ada wakil pemimpin dan mereka berbagi tugas, penyelesaian masalah adalah tugas tim dan implementasinya dibagi di antara beberapa sub-tim oleh pemimpin, komunikasi horisontal di antara sub-tim dan di antara personel, komunikasi vertikal berdasarkan struktur hirarki ==> sentralisasi untuk penyelesaian masalah, cocok untuk masalah yang sederhana, cukup cocok untuk proyek besar, masalah dengan modularitas tinggi, menghasilkan sedikit kesalahan
  3. Controlled Centralized (CC): penyelesaian masalah dikerjakan oleh pemimpin, pemimpin melakukan koordinasi internal tim, komunikasi lebih banyak vertikal antara pemimpin dan anggota tim ==> cocok untuk masalah yang sederhana, melakukan penyelesaian, masalah lebih cepat, masalah dengan modularitas tinggi, menghasilkan sedikit kesalahan Pengukuran PL

Metric dalam software engineering didefinisikan oleh IEEE Glossary of SE sebagai
“ a quantitative mesaure of the degree to which a system, component, or process
possesses a given attribute” atau artinya pengukuran secara kuantitatif pada
tingkat sistem, komponen atau proses berdasarkan katagori yang ditetapkan.

a. pengukuran berdasarkan ukuran Pengukuran berdasarkan PL-PL yang sudah  diproduksi/dibuat sebelumnya, lengkap dengan karakteristik lain seperti line of code (LOC), harga, waktu yang diperlukan pada tiap fungsi atau proyek yang dibangun, kesalahan (error) yang ditemukan. Dari total LOC, harga dan lama waktu dapat diperoleh misalnya :

  • – harga per KLOC (seribu baris kode)
  • – kesalahan per KLOC

b. pengukuran berdasarkan fungsi (Function Point – FP) Function point ditentukan berdasarkan bagian-bagian software yang bisa dihitung seperti :

  1. – jumlah input dari pengguna
  2. – jumlah output untuk pengguna
  3. – jumlah user inquiry: inquiry didefinisikan sebagai online input yang

menghasilkan respon langsung dari software dalam bentuk online output

  • Jumlah file: baik file yang terpisah dari database, atau bagian dari file
  • Jumlah external interface: misalnya data file pada storage media yang digunakan untuk mengirimkan informasi ke sistem lain.

Tentang si brenk

jebolan danketshu
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s